
Danamart Selektif Gaet Investor Pertimbangkan Risiko Investasi
Perusahaan optimistis partisipasi pemodal akan terus berkembang seiring dengan peningkatan mutu proyek yang ditawarkan.
Platform urun dana PT Dana Agunan Nusantara (Danamart) memperketat seleksi penghimpunan investor seiring meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam memilih instrumen pendanaan berjangka pendek. Hingga saat ini, perusahaan secara akumulatif telah menjaring sebanyak 11.500 investor, sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Tren pasar menunjukkan pemodal kini cenderung menyukai skema pendanaan proyek dengan tenor di bawah satu tahun serta alokasi penggunaan dana yang transparan. Sektor produktif berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) seperti energi terbarukan menjadi salah satu area yang paling diminati.
"Skema project financing menjadi salah satu pilihan yang diminati karena memiliki jangka waktu pendanaan yang relatif singkat serta tujuan penggunaan dana yang jelas," kata Head of Marketing Communication Danamart, Cindera Hegawan pada Rabu (23/9/2026).
Sebelum mengambil keputusan, para calon pemodal saat ini selalu memeriksa aspek fundamental bisnis penerbit, kepastian arus kas, serta keandalan mitigasi risiko. Namun, sebagian calon investor dinilai masih terfokus pada potensi keuntungan tanpa memahami secara utuh karakteristik produk.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Danamart mendirikan komunitas Impact Investor Club sebagai sarana pembelajaran interaktif. Wadah ini dirancang agar calon pemodal dapat menelaah struktur pendanaan serta tingkat risiko sebelum menyetorkan modal.
Langkah penataan kualitas layanan dan keterbukaan informasi terus diprioritaskan demi menjaga kepercayaan pemodal dalam jangka panjang. Danamart mengarahkan fokus operasional pada konsistensi penyediaan penerbit berintegritas tinggi.
"Fokus utama Danamart saat ini bukan semata-mata mengejar pertumbuhan jumlah investor, melainkan menghadirkan penerbit yang berkualitas secara konsisten," ujar Cindera Hegawan.
Kepatuhan penerbit dalam memenuhi kewajiban pembayaran imbal hasil sesuai kesepakatan menjadi kunci utama keberlanjutan bisnis. Perusahaan optimistis partisipasi pemodal akan terus berkembang seiring dengan peningkatan mutu proyek yang ditawarkan.